Pentingnya Sistem Proteksi Kebakaran

Bencana adalah suatu peristiwa atau rangkaian suatu peristiwa yang mengganggu atau mengancam penghidupan dan kehidupan masyarakat yang dapat disebabkan karena faktor manusia maupun alam sehingga berakibat korban jiwa, kerugian harta benda, kerusakan lingkungan dan dampak psikologis. Kebakaran pemukiman merupakan suatu contoh bencana yang sering kita jumpai di Indonesia, khususnya di kota-kota besar seperti, Jakarta, Bogor, Depak, Tangerang, Bekasi, Banten dan lain-lain. Mengingat saat ini jumlah penduduk Indonesia berdasarkan survei penduduk tahun 2016 mencapai lebih dari 258 juta jiwa, sehingga kebutuhan akan tempat tinggal semakin tinggi, terutama di kota-kota besar sebagai pusat perekonomian suatu daerah. Akan tetapi pertambahan jumlah pemukiman yang sangat besar tidak diiringi dengan sarana dan prasarana yang menunjang keselamatan bersama pada setiap bangunan, sehingga ancaman akan terjadinya bencana kebakaran akan semakin besar.

Kebakaran juga sering sekali terjadi di pusat-pusat perbelanjaan, gedung perkantoran, hotel, apartemen dan gedung bertingkat lainnya, khususnya di wilayah Jabodetabek. Untuk menghindari dan meminimalisir jatuhnya korban maka perlu adanya :

  1. Sosialisasi Tentang Penanggulangan dan Penyelamatan

  2. Guna mengantisipasi makin maraknya kejadian kebakaran, baik di pemukiman, perkantoran, pusat perlanjaan dan lain-lain maka instansi terkait, dalam hal ini Suku Dinas Penanggulangan Kebakaran dan Penyelamatan harus terus melakukan sosialisasi di tempat-tempat strategis, terutama untuk wilayah-wilayah yang rawan terjadi kebakaran. Sosialisasi ini bertujuan agar masyarakat tanggap, peduli dan terampil dalam penaggulangan dan pencegahan bahaya kebakaran guna menciptakan lingkungan yang aman.

  3. Menjelaskan Mengenai Akses Kebakaran

  4. setiap bangunan gedung harus disediakan akses petugas pemadam kebakaran agar jika terjadi kebakaran petugas pemadam kebakaran dapat dengan mudah masuk ke dalam bangunan. Selain itu juga harus disediakan akses evakuasi untuk mempermudah dan menghindari jatuhnya korban jiwa saat terjadi kebakaran.

  5. Perlunya Proteksi Kebakaran

  6. tujuan proteksi kebakaran adalah menanggulangi dan mencegah terjadinya kebakaran guna menjaga keselamatan jiwa manusia dan harta benda pada suatu bangunan gedung. Sistem proteksi kebakaran dapat berupa alat pendeteksi kebakaran, baik manual maupun otomatis, alat pemadam berbasis air (springkle), alat pemadam berbasis bahan kimia, misalnya APAR (Alat Pemadam Api Ringan) dan alat pemadam khusus.

    APAR harus terlihat jelas, mudah dijangkau dan siap setiap akan dipakai. APAR perlu dirawat dan diperiksa secara rutin dan berkala.

Dari ketiga hal tersebut diatas, sistem proteksi kebakaranlah yang paling banyak diabaikan. Padahal dengan adanya sistem proteksi yang memadai, maka kemungkinan pencegahan dini kebakaran akan dapat dilakukan.

Artikel terkait :